Untukmenjadi penganut resmi dalam masyarakat Islam, Anda harus mengucapkan Syahadat dengan dihadiri saksi. Saksi bukan persyaratan utama untuk menjadi seorang Muslim. Allah Maha Tahu, walaupun Anda mengucapkan Syahadat sendirian dengan keimanan, Anda akan menjadi seorang Muslim di hadapan Allah.
InginMenjadi Wanita Muslimah Sejati?? Mau tahu caranya?. Nahh simak aja cara, langkah-langkah atau ciri-cirinya berikut ini. Semoga artikel ini bisa menambah khasanah ilmu pengetahuan kita semua, Aamiiinnn.
KepribadianMuslim. BincangSyariah.Com - Abdul Mujib menjelaskan dalam Kepribadian dalam Psikologi Islam (2006) bahwa secara terminologi, kepribadian Muslim berarti serangkaian perilaku normatif manusia, baik sebagai makhluk individu dan makhluk sosial yang normanya diturunkan dari ajaran islam dan bersumber dari Al-Quran dan al-Sunnah.
9Cara Menjadi Pria Sejati Agar Disukai Wanita. By rey_yos, 30 Aug 2021. Diakui sebagai pria sejati merupakan impian setiap pria. Agar terlihat macho, sebagian pria berusaha menumbuhkan otot di tubuh mereka. Tetapi sayang, kejantanan fisik saja tidak cukup untuk menggambarkan sosok pria sejati. Sikap adalah salah satu komponen penting yang bisa
Memilikiteman sejati untuk berbagi kehidupan adalah hadiah terbaik dalam hidup. 38 Kata-Kata Sahabat Sejati Persembahan buat Sosok Berarti dalam Hidup. Seorang teman sejati adalah seseorang yang memahami masa lalumu percaya akan masa depanmu dan menerima apa adanya dirimu Dream - Kata-kata buat teman bisa menggambarkan persahabatan yang kamu
PersahabatanSejati dalam Kehidupan Rumah Tangga. 8 Oktober 2020 persahabatan, suami istri. Oleh: Nabila Ummu Anas. MuslimahNews.com, KELUARGA - Setiap muslim ketika memasuki gerbang kehidupan rumah tangga, berharap akan terbentuk keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Allah SWT berfirman, " Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah
Berikutini sepuluh wasiat untuk wanita, untuk istri, untuk ibu rumah tangga dan ibunya anak-anak yang ingin menjadikan rumahnya sebagai pondok yang tenang dan tempat nan aman yang dipenuhi cinta dan kasih sayang, ketenangan dan kelembutan. Maka hati-hatilah wahai saudariku muslimah dari berbuat maksiat, khususnya:
Andaingin menjadi seorang pria sejati? Namun bingung mau memulainya darimana, menjadi seorang pria bukan suatu kepribadian yang bisa kamu peroleh dengan begitu saja, ini bukan sebuah lampu yang memiliki tombol ON dan OFF, ini adalah sebuah gaya hidup, meskipun dari hari ke hari makin sulit menemukan seseorang bersikap seperti seorang pria sejati bukan berarti mengurungkan niat Anda untuk
Dalambuku Muslimah Banget karya Nurel Firdaus ada tiga bab yang bisa menjadi panduan wanita agar menjadi muslimah sejati. Bab pertama membahas tentang aurat. Wanita adalah makhluk yang suka bersolek. Namun, dalam Islam hal ini ada aturan dan batasannya. Dalam Islam ada yang dinamakan tabarruj.
pL8a. mari menjadi muslimah high class Buat diriku dan hawa-hawa sekalian, try Motivatekan diri kita dengan mengatakan ini setiap hari âAku Muslimah High Class, Aku ingin cari redha Allah. Aku ingin ke syurgaNya bersama orang yang aku sayang. Aku ingin berakhlak seperti akhlak ahli syurga. Syurga itu Mahal, di huni oleh orang-orang Mahal High Class dalam beriman dan bertaqwa kepada Allah. Bukan yang sebaliknya. Maka aku memulakan langkah hari ini. Moga hari ini lebih baik dari semalam. Bismillahâ. Muslimah High Class? Menyebutnya sahaja seakan memberi debaran pada diri. Rasa besar?. Rasa macam too extreme? Rare? Impossible? Bagaimana itu muslimah High Class? Boleh berikan makna dalam bahasa yang mudah difahami? Begini, High Class dari pemahaman saya ialah suatu yang terbaik, berkualiti tinggi, mempunyai nilai yang sangat bermakna dan ukuran yang tinggi. Menyebut tentang High Class, saya jadi teringat pada pesan mama âJadi perempuan ni kena High Class sabarnya. Kena kuat hadapi apa jua yang mendatang. Biasalah kita kaum hawa ni mesti harap yang indah-indah terjadi dalam hidup kita. Paling tidak pun kita pernah berangan nak macam ni, nak macam tu. Normal lah tu. Tambahan lagi, naluri seorang perempuan ni lembut dan cepat tersentuh. Dia hanya ingin yang terbaik untuk orang yang dia sayang. Kalau boleh semua yang dilakukannya adalah sehabis baik dan menyenangkan hati orang sekeliling. Kebahagiaannya adalah apabila dapat membuat orang yang dia sayang gembira, tersenyum dan terus kuat dalam menghadapi hidup. Kesedihan baginya pula adalah apabila melihat orang yang dia sayang menangis, down, stress atau sakitâ. Jika kita perhatikan sudah banyak orang pung pang pung pangâ mengenai aurat. Sampaikan ada yang membuatnya dalam bentuk lagu, ada yang membuatnya analogi, ada yang membuatnya dalam ayat berbentuk pujukan, ayat berbentuk rayuan, ada yang buat pantun, ada yang buat video, dan seringkali juga dibincangkan dalam ceramah. Tidak kurang juga yang membuat soal selidik dengan pelbagai soalan yang berkaitan tentang aurat. Di sini, bukan niat saya untuk bahas lebih tentang itu. Saya juga sedang dalam usaha berubah ke arah yang lebih baik, doakan saya. Saya amat yakin yang semua manusia mempunyai fitrah untuk melakukan kebaikan dan sukakan kebaikan. Mentaati Allah adalah kebaikan. Malah ia turut membahagiakan dan menenangkan hati. Saya yakin potensi setiap manusia itu ialah dia ingin berubah dan mampu berubah. Justeru itu, saya rasa terpanggil untuk berkongsi dalam sebuah artikel ini sebagai peringatan buat diri saya terutamanya dan sahabat semua. Menjadi muslimah High Class itu bagi saya apa? 1. Muslimah High Class itu adalah yang takut kepada Allah dan RasulNya. Takut yang bagaimana? Takut dalam ertikata yang lebih tepat Beriman dan Bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Sangat ambil berat akan perintah Allah. Sangat takut akan marahnya Allah kepada dirinya. Maka disebabkan itu, dia meletakkan Allah adalah keutamaan yang utama dalam segala yang dia lakukan. Setiap perintah Allah cuba dipatuhi. Solat 5 waktu, menutup aurat, berbakti kepada kedua ibubapa, rajin membaca Al-Quran dan menuntut ilmu, taat kepada suami bagi yang sudah berkahwin, mendidik anak dengan baik dan lain-lain lagi. 2. Muslimah yang High Class itu ialah yang setia. Setia dalam banyak perkara. Terutama â Sabar dan Solatâ . Ini ada disebutkan dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 45-46. Selain itu, dia setia dalam berpesan-pesan kepada kebenaran dan berpesan-pesan kepada kesabaran. Tambahan lagi, dia juga setia dalam membaca Al-Quran walaupun pada permulaan dia letakkan target sehari sehelai. Lepas tu insyaaAllah ada penambahan pula. Haa..begitulah..Bahkan, Muslimah High Class ini ialah dia yang setia dalam mencurahkan kasih sayang yang High Class kepada ibubapanya, kepada suaminya, kepada guru-gurunya, kepada sahabat-sahabatnya, kepada anak-anaknya dan kepada seluruh manusia yang lain mengikut syariat yang digariskan dalam islam dan mencontohi sikap Nabi Muhammad Bukan pula sebaliknya, iaitu mencurah kan kasih sayang bagai mencurah air ke daun keladi. Macam tidak sudi. Seperti melepaskan batuk ditangga. Hanya memberi sisa-sisa kasih sayang yang didalamnya suda terisi dengan rasa penat, mengantuk, dan moody.. Bukan juga yang khayal dengan dunia ciptaan sendiri. Sibuk dengan gadjet dan laman sosial seperti Facebook, WhatsApp, WeChat, Instagram, dan lain-lain lagi. Bukan tak boleh semua tu, cuma kita kena High Classlah dalam menguruskan masa. Kan. 3. Muslimah High Class itu, adalah muslimah yang berani untuk mengambil langkah untuk berubah. Dia berani untuk berubah walaupun perlu menggunakan âanalogi anak kecilâ iaitu dari tidak pandai berjalan sehingga menjadi pandai berjalan dan akhirnya pandai berlari. Jika kita yang sedang membaca ini berniat untuk berubah atau sedang belajar dalam melakukan perubahan. Teruskanlah. Tahniah saya ucapkan buat kita. Weâre choosen. Jadilah yang terpilih dan memilih. Jangan jadi yang terpilih tapi tidak memilih. Melangkah lah sahabatku. Perlahan-lahan. Mungkin akan kedengaran suara-suara merdu â woi..lain sudah kau sekarangâ âmuslimah sejati tuâŚâ âUstazahâ â Khemah bergerakâ âCendawanâ dan seangkatan dengannya. Percayalah, ini normal. Berubah ni luas. Jika sebelum ini tidak solat, sekarang ini sudah solat juga adalah satu perubahan. Jika sebelum ni bercakap kasar, sekarang berusaha sedikit demi sedikit untuk menjaga tutur kata juga ialah satu perubahan. Saya pernah terbaca satu perenggan ayat ni âChange is never easy. But, remember that Allah always with you. For me. For us. He brings us this far, so Heâll help us go through this. Believe that, Allah is never blind to our tears, never deaf to our prayers, and never silent to our pain. He sees, He hears, and He is never too far.â 4. Muslimah High Class itu ialah seorang yang tabah hatinya dalam ujian hidup. Percayalah, Allah menguji kita sesuai dengan kesanggupan kita. Sewaktu berada di sekolah menengah hinggalah sekarang, Allah uji kita dengan dugaan agar kita mengenali diri kita sendiri, banyak pilihan yang harus kita buat, kerap juga bergelut dengan bisikan hati dan perasaan. Keliru. Ada ketika, Allah uji kita dengan menghadirkan seorang lelaki dalam hidup kita. Kadang-kala Allah uji kita dengan masalah kewangan. Kadang-kala Allah uji kita dengan masalah keluarga. Kadang-kala Allah uji kita dengan memberi penyakit kepada kita. Kadang-kala Allah uji kita dengan masalah kawan-kawan. Kadang-kala Allah uji kita dengan kehilangan benda atau orang yang kita sayang. Kadang-kala Allah uji kita dengan kemewahan. Kadang-kala Allah uji kita dengan jawatan dan ditempat kerja. Dan Kadang-kala Allah uji diri kita dengan perasaan yang besilih ganti seperti sedih berpanjangan, riak, rasa diri cantik, rasa diri kurang cantik, rasa bimbang, rasa kurang keyakinan, dan segala rasa-rasa yang positif mahupun negatif. Beware! Amalkan lah erti hidup pada memberi. Tenang dan menenangkan. Bahagia dan membahagiakan. Jika kita selami dan perhatikan, perempuan itu amat dekat jiwanya untuk memberi. Tetapi tidaklah pula saya mengatakan kaum lelaki tidak suka memberi. Cuma di sini, saya fokuskan kita berfikir tentang kita yakni Kaum Hawa. Honestly says that, perempuan kena bersedia untuk memberi bahagia, memberi pengorbanan, memberi usaha yang all out dalam semua yang dia lakukan sebenarnya lelaki pun. Tidak kisahlah samaada dari segi masakannya, dari segi mengemas rumah, cuci kain, menjaga ibubapa, melayan suami, menjaga dan mendidik anak, buat assignments, bisnesnya, kerja dakwahnya, dan lain-lain. Mencuba dan terus mencuba. Berusaha dan terus berusaha. Semua hanya untuk mencari redha Allah. Ini sepatutnya yang disetkan dalam minda seorang âMuslimah High Classâ. Banyaknya⌠macam susah je nak jadi Muslimah High Class ni? Dan yakinlah bahawa akhirnya, Muslimah High Class itu akan dapat apa yang dia pernah beri. What you give, you get back. Itulah sifirnya. Contohnya, jika seorang perempuan berbuat baik kepada ibubapanya, insyaaAllah, anaknya jua nanti akan berbuat baik padanya. Jika dia rajin melemparkan senyuman, bantu orang susah, akan dia dapati ramai manusia yang juga murah senyuman padanya dan membantunya disaat dia memerlukan. Thatâs life. Allah maha adil. Allah menguji kita hari ini kerana Allah mempersiapkan kita untuk menjadi tabah. Yakni tabah dengan ujian hidup yang akan datang. Allah menguji kita kerana Allah mempersiapkan kita untuk menjadi perempuan yang berdikari. Allah mempersiapkan kita untuk menjadi perempuan yang matang serta kental jiwanya walau apa jua di hadapan. Allah mempersiapkan diri kita untuk amanah-amanah yang lebih banyak di masa akan datang. Lantas, Allah mendidik kita. Dengan lembut. Baiknya Allah, dia mendidik kita dengan cara yang sesuai dengan diri kita, dengan mengambil kira segala sisi, yang termampu kita menanggungnya. Penutup All of All yang disebutkan diatas, yang saya rasa paling penting, Muslimah High Class itu adalah yang sedar, tahu, dan mahu. Bagaimana tu? muslimah high class Muslimah High Class ini, dia sedar yang akhirnya dia akan Mati. Kembali kepada Allah. Dia sedar yang setiap apa yang dia lakukan didunia akan dicatat samaada sebagai pahala dan dosa. Jika baik pahala, jika buruk dosa. Dan ini akan membawa akibat yang besar buat akhiratnya. Dia sedar yang dia perlu beriman dengan 6 rukun iman dan melaksanakan 5 rukun islam. Kemudian atas kesedaran itulah, dia tahu dia perlu berusaha untuk mancari redha Allah dalam setiap yang dia lakukan, dia perlu mencari ilmu, menyampaikan ilmu, dan dia perlu memperbaiki diri hari demi hari. Ini semua kerana matlamatnya ingin bertemu dengan Allah, Rasulullah, dan berbahagia selama-lamanya di Syurga. Jadi. Jom sama-sama pimpin tangan âkita usaha jadi MUSLIMAH HIGH CLASS!!â. Ia bukan soal berapa kali kita jatuh, tetapi ia soal kita sedar, tahu dan mahu. Doakan saya dan kita semua. Peace *senyum* Artikel ini adalah perkongsian ke Inbox kami [email protected] daripada Farahani Md Noor, [ Facebook Blog ] Jika anda rasakan artikel bermanfaat, sila share kepada sahabat-sahabat anda yang lain agar semua mendapat manfaatnya dan kita semua mendapat pahala. InsyaaAllah. Adakah anda berasa sukar untuk menerapkan diri untuk menjadi high class ini pada situasi hidup anda? Kami suka untuk mendengar jawapan anda pada bahagian komen dibawah.
MUSLIMAH SEJATI â Islam adalah agama yang syumul; sempurna. Ianya adalah sistem kehidupan yang mengatur kita dari hal terkecil seperti mengurus kuku, sampai pun pada hal yang besar seperti mengurus negara bahkan bumi. Islam, adalah risalah yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW. sebagai rahmat bagi semesta alam; membawa masyarakat bumi yang berada pada kejahiliyyahan dan biadabâ menuju masyarakat bumi yang madani dan beradab. Maka, di dalam Islam, seorang perempuan juga diatur hidupnya agar menjadi muslimah yang sejati; muslimah yang Rasulullah SAW. kabarkan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim di Kitab Shahih Muslimnya, âDunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.â HR. Muslim Maka perkenankan Islamedia untuk sedikit membagi kriteria-kriteria muslimah sejati menurut Islam. 1. Menutup Aurat Menutup aurat adalah kewajiban setiap muslim; baik muslim laki-laki maupun perempuan. Batasan aurat antara mereka berbeda-beda. Ketika aurat laki-laki hanya di antara pusar dan lutut, aurat perempuan meliputi seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangannya. Hal ini berdasarkan pendapat jumhur ulama dan memang itulah pendapat yang terkuat. Imam An-Nawawi rahimahullah menyinggungnya aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan di Al Majmuâ, 3 122 dan Minhajuth Tholibin, 1 188. Sementara ulama syafiâiyah lain, yakni Muhammad Al Khotib, juga berpendapat demikian. Beliau menulis di dalam kitabnya Al Iqnaâ dengan dasar firman Allah, âDan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak dari padanyaâ QS. An Nur 31. Pendapat beliau, [su_note note_color=âc8f7cbâ]âYang dimaksud menurut ulama pakar tafsir adalah wajah dan kedua telapak tangan. Wajah dan kedua telapak tangan bukanlah aurat karena kebutuhan yang menuntut keduanya untuk ditampakkan.â Lihat Al Iqnaâ, 1 221[/su_note] Menutup Aurat Bukan Membungkus Menutup aurat bukan berarti menempeli bagian tubuh yang telah disepakati sebagai aurat itu ditempeli kain-kain saja, tetapi lebih dari itu. Hari ini kita sering sekali dapati perempuan-perempuan yang merasa telah menutup auratnya padahal belum. PARTNER Penyubur Kandungan Menutup aurat berarti menghilangkan penghilatan orang lain terhadap bentuk tubuh kita. Maka dalam hal ini, perempuan yang masih memakai celana ketat berarti masih memperlihatkan bentuk tubuhnya / auratnya. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW. âAda dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat yang pertama adalah Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan yang kedua adalah para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berpaling dari ketaatan dan mengajak lainnya untuk mengikuti mereka, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.â HR. Muslim, no. 2128 Berdasarkan hadits di atas, dapat kita ketahui bersama bahwa menutup aurat yang benar itu adalah memakai pakaian yang lebar, menutupi aurat dengan tidak menampakkan lekukan tubuhnya. Zaman sekarang pakaian seperti ini lebih dikenal dengan hijab syarâi. 2. Berakhlak Mulia Berakhlak mulia menjadi kewajiban bagi setiap pemeluk agama Islam, tidak terkecuali. Maka seorang muslimah sejati harus bisa mempunyai hal itu. Di antara akhlak mulia adalah jujur, sabar, tidak mudah putus asa dan berlarut dalam kebaperan, memuliakan orang tua, dll. Muslimah sejati selalu meneladai akhlak Rasulullah SAW., para istri-istrinya, shahabiah, dan perempuan-perempuan mulia lain yang telah Allah anugerahkan kepada mereka perangai yang baik. Salah satu parameter seorang perempuan itu mempunyai akhlak yang baik adalah menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT. di dalam Al Quran, âKatakanlah kepada wanita yang beriman âHendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya âŚâ QS. An-Nur 31 Maka, seharusnya seorang muslimah yang sejati tidak lagi jejeritan ketika melihat artis korea-oppa- yang terlihat ganteng dan baby face, mengoleksi foto-fotonya di smart phone, atau menjadikannya foto profil Blackberry Messenger. [su_note note_color=âf7c8d1âł]Dalam beberapa kasus ekstrimâ, banyak muslimah yang telah memakai hijab syarâI mendadak lupa dengan pakaian yang sedang dikenakannya ketika berada di dekat laki-laki ganteng; mendadak histeris dan tidak peduli batasan-batasan.[/su_note] Karena sesungguhnya, ketika muslimah sudah berperilaku seperti itu, berarti dia telah menggadaikan apa yang menjadi perhiasan di dalam dirinya, yakni rasa malu. âSesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.â HR. Ibnu Majah no. 4181. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan 3. Berwawasan Luas Menjadi seorang muslimah yang taat dan sejati, tidak berarti menjadi terlarang untuk melakukan berbagai aktivitas. Jangan hanya karena tersyaratkan harus memakai pakaian yang menutup aurat hijab syarâi kita jadi merasa terpasung. Jangan. Islam itu agama yang asyik. Sejarah mencatat manuver-manuver shahabiah Nabi saat di medan perang; sebutlah ia Khaulah binti Azur, Nusaibah, dan Nailah. Kesimpulannya, taat tidak semengekang itu. Bila kamu muslimah yang senang bela diri, maka berlatihlah ⌠tetapi jangan lupa auratnya ditutup. Kalau suka naik gunung, naiklah gunung ⌠tetapi jangan lupa auratnya ditutup. Termasuk ketika seorang muslimah ingin mempunyai wawasan dalam bidang akademik, maka Islam tidak melarang mereka untuk mengambil pendidikan sampai S3, dengan syarat tidak menggadaikan apa yang melekat pada dirinya sebagai seorang perempuan Muslim. 4. Taat Kepada Suami dan Menjadi Ibu yang Baik Setiap makhluk telah diciptakan berpasang-pasangan. Kelak, seorang perempuan jomblo akan menemukan kekasih hatinya dan menjadi seorang istri. Tugas seorang istri yang paling utama adalah taat kepada suami sepanjang apa yang menjadi titahnya tidak bertentangan dengan syariâat, yang kedua adalah menjaga kehormatan keluarga, suami, dan dirinya sendiri. Lalu kemudian, kelak perempuan akan menjadi seorang ibu. Maka menjadi ibu yang baik menjadi salah satu parameter kesejatian muslimah dalam agama Islam. Sebab, ibu yang baik akan dapat menciptakan generasi yang juga baik. Generasi yang baik akan menciptakan peradaban yang baik. Lalu pada akhirnya akan menjadikan bumi ini semakin baik. Tepat sekali ketika sebuah hikmah mengatakan, âWanita adalah tiangnya negara. Bila wanitanya baik, maka negara akan baik. Bila wanitanya rusak, maka negara akan rusak.â Demikianlah beberapa poin mengenai muslimah sejati menurut Islam. In syaa Allah artikel ini akan diupdate bila memungkinkan. Terima kasih telah membaca. Bila kamu ada pertanyaan dan tambahan silakan komentar di bawah. ~ Muslimah Sejati Menurut Islam ~
Sambungan artikel PERTAMA Mempraktikkan Islam hari ini, apakah mungkin? Dalam meniti jalan menjadi seorang Muslimah sejati, tentu Anda akan menghadapi berbagai dilema yang menyulitkan untuk mempraktikkan ajaran Islam pada akhir-akhir sekarang ini. Pada dasarnya, ketika kita mulai mempraktikkan Islam dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah, kita akan menghadapi tantangan yang sebenarnya kita buat sendiri. Misalnya, pekerjaan kita, komitmen keluarga, dan aturan sosial yang membuat kita menjauh dari ibadah ritual yang saat ingin kita amalkan. Bahkan sebagai wanita, kita menghadapi banyak tantangan baik dari adat istiadat, budaya, pernikahan, dan lainnya. Satu hal yag Anda harus camkan adalah, di manapun Allah menempatkan diri Anda dalam kehidupan ini selama hal itu tidak haram,red, Anda bisa tetap berada di sana, pastikan tujuan utama untuk mendapatkan ridha Allah semata, dan berusahalah bersikap adil semampunya selama berada dalam segala kondisi. Kejayaan wanita bukanlah diukur dengan kompetisi kita dengan para lelaki agar setara dengan mereka. Kita punya tempat tersendiri dalam skema yang berbeda-beda. Serangan Media; Mempertahankan Perspektif Realitas adalah realita yang Allah Subhanahu Wataâala kehendaki bisa terjadi. Kita tidak punya pilihan bagaimana dan seperti apa seharusnya sebuah kenyataan itu. Satu-satunya pilihan kita ialah menyerahkan begitu saja bagaimana sesuatu dan seperti apa hal tersebut berjalan, maka kita akan paham beberapa aspek tertentu mengenai realitas. Berbagai program TV membuat kita percaya bahwa ada sebuah dunia yang sempurna di sana, di mana semua sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tidak ada yang namanya dunia yang sempurna. Kesempurnaan hanya ada di kehidupan selanjutnya jika kita berhasil memasuki JannahNya. Kita harus memutuskan dari berbagai pilihan yang diberikan oleh Allah subhanahuwataâla kepada kita untuk bagaimana merespon realitas dan tidak tergelincir ke dalam khayalan atau terjebak tipuan dunia maya. Mengagumkan sekali bukan, bagaimana orang-orang terlihat cantik, kaya, dan bahagia di media sosial? Mereka terlihat sibuk jalan-jalan, bersenang-senang dengan teman-teman mereka, dengan make-up sempurna dan suami yang serasi disisi mereka dalam satu klik momen yang sempurna. Ini bukan kebetulan. Mereka ini pastinya telah melewati masa-masa sulit dan depresi, dan foto pasangan yang sempurna itu bisa jadi adalah satu dari sekian ratus klik kamera yang diambil. Stop mengukur kebahagiaan orang lain dari internet. Karena bisa jadi, mungkin mereka sedang butuh bantuan untuk menghindari tagihan pinjaman bank yang menggunung yang telah menjebak mereka dalam keputusasaan untuk terlihat kaya dan bahagia. Tinggalkan persaingan kotor Kita terjebak dalam persaingan kotor dalam pekerjaan, meraih status dan uang bahkan terkadang mengabaikan komitmen keluarga. Sebagai Muslimah, sepatutnya kita menghindari hal tersebut. Iman adalah fondasi terkuat bagi kepribadian kita. Fokus kita harus merupakan kontrol yang kuat terhadap diri kita sendiri dan rumah kita, sehingga tubuh, jiwa, dan pikiran kita selalu hadir untuk beribadah kepada Allah lewat ketaatan kita. Sepertinya banyak dari kita berkesimpulan bahwa tidak ada cara lain untuk hidup, tidak sadar bahwa keputusasaan datangnya sari Syaithan yang telah bersumpah kepada Allah untuk menyesatkan kita. Hanya orang-orang yang muhsin yang mampu menghindar dari tipuan Syaithan dan istiqamah terhadap perintah Allah sebagai hambaNya yang beriman. Gaya hidup kita terlajur materialistis sampai-sampai tidak ada ruang untuk menutrisi iman kita, tapi gaya hidup ini dibuat sendiri oleh kita, dan kabar baiknya, bisa diubah oleh kita juga. Katakan tidak pada pornografi Kita semua mengaku jijik dengan iklan-iklan cabul di media, sayangnya kita masih tidak malu-malu menonton iklan-iklan yang nyatanya menantang harga diri kita. Bagaimana kita bisa mempertahankan rasa malu dan kehormatan kita saat menonton iklan-iklan seperti itu dengan ayah, saudara laki-laki, dan anak-anak kita dan dengan pasrah menyalahkan semuanya kepada media? Kualitas pokok rasa malu harus tertanam kuat pada karakter setiap Muslim yang mengakar teguh sehingga penyimpangan terhadap ketidaksopanan sekecil apapun itu tidak akan bisa diterima. Bahkan tidak boleh ada kompromi dalam urusan asset spiritual dan mengatakan tidak untuk hal itu, merupakan sebuah langkah penting dalam mereklamasi identitas dan keluarga kita sebagai Muslim. Dari haram ke halal Sudah tentu keinginan setiap Muslim untuk menjadi salah satu hamba yang dicintai Allah Subhaanahu wa taâaala, akan tetapi kenyataan justru kita menentang Allah dan RasulNya, misalnya, dengan mendukung praktik riba. Kita harus percaya bahwa Allah adalah Maha Pemberi Rizki. Kita tak bisa menghindar dariNya dan satu-satunya jalan menuju sukses adalah taat padaNya. Riba hukumnya haram dan tidak ada keberkahan dalam hal yang haram, dan lagi tidak ada kepuasaan atas kekayaan yang diperoleh. Oleh karena itu, belajarlah untuk mengambil dari dunia ini sebanyak yang kita perlukan saja. Tanyakan dirimu, mengapa meski lemari kita penuh dengan pakaian tapi merasa tidak punya baju untuk dipakai? Barangkali, pakaian takwa-lah yang belum ada dalam hidup kita, dan hingga pakaian itu masih belum kita miliki, kita akan selalu merasa kurang. Jadi, khawatir untuk mendapatkan âpakaian takwaâ yang lebih penting di atas semua jeis pakaian; yaitu sadar akan adanya Allah. Hal ini membantu kita untuk beralih dari haram ke halal, dalam setiap aspek kehidupan, insyaaAllah. Mendahulukan akhirat, sebuah cara pandang baru Sumber kebahagiaan kita menentukan ketakutan dan penyesalan kita. Saat kita menjadikan dunia sebagai kebahagiaan terbesar kita, kehilangan secuil dari dunia membuat kita sedih luar biasa. Dunia itu sendiri, secara fitrah, sia-sia. Kecuali jika kita menjaga diri kita dari nafsu mendapatkan dunia demi dunia itu sendiri, kita akan dikelilingi ketakutan dan penyesala yag akan membuat kita jauh dari Allah. Jika perhatian utama kita adalah akhirat, maka kita bisa menangis, tersenyum, bahkan takut karena Allah, menyesali dosa-dosa kita dan mulai mencari ridha Allah subhaanahu wa taâaala. Kitalah yang menghuni dunia ini, bukan dunia yang âmenghuniâ diri kita. Gaya hidup kita akan benar-benar berubah jika tujuan kita sukses akhirat dan dunia ini hanya merupakan sarana untuk mencapai Jannah. Gaya hidup kita akan menjadi lebih sederhana dan memudahkan kita untuk mempraktikkan ajaran Islam itu sendiri. Singkatnya, kita harus menegaskan kembali identitas kita sebagai seorang Muslim dalam semua hal; bagaimana mengikuti jalan yang benar dalam mendapatkan penghasilan, menghabiskan waktu bersama keluarga, berbelanja seperlunya dan membesarkan anak-anak kita dengan nilai-nilai Islam. Kita harus berusaha tersenyum dengan tulus, bukan hanya dengan mengirim smile emoticon di ponsel, kita harus merasa cantik tanpa harus bermake-up tebal bahkan sampai menjalani operasi plastik yang menyakitkan. Kita harus memulai perjalanan menuju penemuan jati diri. Perjalanan ini akan mulai dengan sendirinya segera setelah kita menerima Allah sebagai tuhan kita dan Muhammad sebagai nabi kita, dan Islam sebagai agama kita. Mari memulai perjalanan untuk mencari potensi diri kita yang menakjubkan ini.*/Artikel merupakan tulisan Farah Mehboob di